Akmal Sjafril | malakmalakmal
1
archive,author,author-siakmalakmal,author-1,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,qode_popup_menu_push_text_top,qode-content-sidebar-responsive,columns-4,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-13.4,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive

Author: malakmalakmal

Ahad, 2 September 2018, saya akan mampir ke Masjid Baitussalam, The Green BSD, dalam acara Kajian Senang Mengaji Setelah (SMS) Dhuha bersama Keluarga Remaja Islam BSD (KARIB). Tema kajian ini adalah "Kekasih Allah yang Tunduk Tanpa Syarat, Taat Tanpa Jeda", yaitu seputar keteladanan Nabi Ibrahim as.      Senin, 3 September 2018, ba'da Maghrib, saya akan melanjutkan kajian...

Menyerah pada godaan memang berbahaya, namun yang lebih berbahaya lagi adalah berputus asa atas diri sendiri. Setiap orang pernah lalai dan lupa, namun tidak jarang banyaknya kesalahan membuat manusia berpikir bahwa dirinya tidak akan mampu menjadi orang baik. Pada akhirnya, ia serahkan jiwanya pada kegelapan, dan hidup di sudut terkelam dalam ruang imajinasinya sendiri. Tapi cobalah...

assalaamu’alaikum wr. wb. Sebuah pertanyaan memang diajukan untuk memperoleh jawaban, namun tidak semua pertanyaan perlu untuk kita jawab. Adakalanya, bahkan seringkali, kesalahan terletak pada pertanyaannya itu sendiri. Tentu saja, kalau pertanyaannya saja sudah salah, maka orang yang mencoba menjawabnya pun akan berada dalam posisi yang serbasalah. Prof. H.M. Rasjidi, Menteri Agama RI yang pertama, pernah mencoba menjelaskan...

Di bawah ini adalah teks Khutbah Idul Adha 1439 H yang saya sampaikan di Perumahan Pondok Sukmajaya Permai, Depok, 22 Agustus 2018. Untuk mengunduh dalam format .PDF secara lengkap, silakan klik di sini.     Belajar dari Nabi Ibrahim: Ketika Tiba Saatnya Memberikan Pengorbanan Terbaik   Akmal Sjafril     Ma’asyiral mu’miniina rahimakumullaah. Dalam sejarah kehidupan Rasulullah saw, tercatatlah sebuah perang besar yang mungkin...

Jalan dakwah itu penuh duri tajam dan jerat tak terlihat. Banyak manusia berpaling darinya lantaran tak kuat menanggung perih, atau terjebak dalam kubangan dan tak sanggup bangkit kembali. Oleh karena itu, takkan kau jumpai kebanyakan manusia di sana. Inilah jalan sepi yang hanya akan ditempuh oleh jiwa-jiwa yang mampu menemukan kebahagiaan dalam kesendiriannya bersama Allah....

assalaamu’alaikum wr. wb. Sehari sebelum kebanyakan umat Muslim Indonesia merayakan Idul Adha, Luthfi Assyaukanie menciptakan kehebohan melalui akun Facebook-nya. Status yang ditulisnya hari itu menyebar di berbagai media. Bagi yang belum mengenal Luthfi, saya menulis sedikit perihal dirinya dalam tulisan saya sebelumnya, “Apa Kabar Islam Liberal?”, yaitu seputar profil dirinya di medsos dan juga aktivitasnya menggawangi...

Sabtu, 4 Agustus 2018, ba'da Subuh, saya akan mampir ke Masjid Al-Quba di Perum Bantarjati, Bogor. Kajian Subuh kali ini akan membahas tema "Mewaspadai Pemikiran-pemikiran Menyimpang Saat Ini (Ghazwul Fikri)". Bagi yang hadir, selepas kajian, dapat menyantap sarapan bersama seluruh jama'ah.     Untuk kesekian kalinya, saya diminta hadir dalam rangkaian kegiatan Ashabul Kahfi Akademi. Pada hari Ahad,...

Salam satu jari dapat dengan mudah dimengerti oleh umat Muslim sebagai pesan tauhid. Satu jari yang kita acungkan adalah satu jari yang sama yang kita gunakan dalam shalat ketika mengulang persaksian kita terhadap Allah sebagai satu-satunya Ilah, dan Nabi Muhammad saw sebagai utusan-Nya. Hanya dengan satu jari saja, engkau bisa menunjukkan siapa jati dirimu yang...

assalaamu'alaikum wr. wb. Masih ada yang menganggap bahwa Islam dan nasionalisme tak dapat bersatu. Menurut saya, bukan konsep nasionalisme itu yang asing bagi umat Muslim, melainkan sikap mempertanyakan nasionalisme itulah yang terlalu janggal. Memangnya, masih ada yang perlu dibuktikan? Sejak Republik Indonesia berdiri, mayoritas rakyat Indonesia telah memeluk agama Islam. Mereka telah berjuang untuk bangsa ini dengan...

Mereka yang beriman kepada Al-Qur'an dapat menjadi umat terbaik di muka bumi, jika mereka mau. Syaratnya susah-susah gampang, yaitu: (1) menyuruh kepada yang ma'ruf, (2) mencegah kemunkaran, dan (3) beriman kepada Allah. Syarat pertama dan kedua mengisyaratkan pentingnya angkat bicara pada saat yang tepat. Kalau tak berani bicara, bagaimana mau melakukan amar ma'ruf nahi munkar?...