Akmal Sjafril | malakmalakmal
1
archive,author,author-siakmalakmal,author-1,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,qode_popup_menu_push_text_top,qode-content-sidebar-responsive,columns-4,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-13.4,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive

Author: malakmalakmal

Ahad, 4 November 2018, setelah sekian lama, akhirnya saya kembali ke Kota Semarang, kali ini menyambangi Universitas Diponegoro (Undip). Bersama Keluarga Mahasiswa Islam (Gamais) FKM Undip, dalam acara Talkshow Gamais Islamic Fair 2018, saya bersama Habib Muhammad bin Farid al-Muthohar akan membahas tema "Al-Qur'an dan As-Sunnah Sebagai Kekuatan Melawan Ghazwul Fikri".     Seperti biasa, di awal bulan,...

assalaamu’alaikum wr. wb. Lazimnya, orang menempatkan agama pada posisi yang tinggi, sehingga bercanda dengan agama dianggap tidak layak. Tapi seiring dengan berkembangnya iklim kebebasan, kita juga dapat menyaksikan semakin banyaknya orang yang kebablasan. Bagi mereka, menjadikan agama sebagai obyek candaan dianggap biasa-biasa saja, apalagi jika bercanda itu telah menjadi mata pencaharian. Dalam salah satu tulisan lamanya, “Kebebasan...

Pada dasarnya manusia itu lemah; ada begitu banyak hal di luar kendalinya. Mereka yang tidak menghamba kepada Allah niscaya akan menghamba juga kepada selain-Nya. Bahwasanya Rasulullah saw memperingatkan tentang celakanya hamba dinar, itu karena memang ada yang menghamba kepada dinar, dirham, euro, dolar atau rupiah. Yang lebih menakjubkan daripada uang tentu ada, antara lain manusia. Manusia...

assalaamu’alaikum wr. wb. Berdasarkan pengalaman mengerjakan tesis dahulu, saya berkesimpulan bahwa hal terpenting untuk menjamin terselesaikannya tugas akhir kuliah adalah kemampuan untuk memaksakan diri. Alhamdulillaah, waktu S2 dulu, tanpa memaksakan diri pun saya sudah dipaksa oleh keadaan. Qadarullaah, kantor tempat saya bekerja dulu mengirim saya ke Surabaya selama tiga bulan. Sementara Bogor (kota asal saya) adalah Kota...

Kamis, 4 Oktober 2018, insya Allah saya akan bertandang untuk pertama kalinya ke Masjid Ulul Abshor, Kampus I Universitas Pasundan, Bandung. Dalam Kajian Institut Shaff Masjid ini, saya diminta membahas tema "Pandangan Hidup Seorang Muslim". Bagi yang kuliah di Univ. Pasundan, jangan sampai nggak mampir, ya! :)     Sabtu (13/10) malam, saya akan menghadiri undangan dari komunitas...

Ahad, 2 September 2018, saya akan mampir ke Masjid Baitussalam, The Green BSD, dalam acara Kajian Senang Mengaji Setelah (SMS) Dhuha bersama Keluarga Remaja Islam BSD (KARIB). Tema kajian ini adalah "Kekasih Allah yang Tunduk Tanpa Syarat, Taat Tanpa Jeda", yaitu seputar keteladanan Nabi Ibrahim as.      Senin, 3 September 2018, ba'da Maghrib, saya akan melanjutkan kajian...

Menyerah pada godaan memang berbahaya, namun yang lebih berbahaya lagi adalah berputus asa atas diri sendiri. Setiap orang pernah lalai dan lupa, namun tidak jarang banyaknya kesalahan membuat manusia berpikir bahwa dirinya tidak akan mampu menjadi orang baik. Pada akhirnya, ia serahkan jiwanya pada kegelapan, dan hidup di sudut terkelam dalam ruang imajinasinya sendiri. Tapi cobalah...

assalaamu’alaikum wr. wb. Sebuah pertanyaan memang diajukan untuk memperoleh jawaban, namun tidak semua pertanyaan perlu untuk kita jawab. Adakalanya, bahkan seringkali, kesalahan terletak pada pertanyaannya itu sendiri. Tentu saja, kalau pertanyaannya saja sudah salah, maka orang yang mencoba menjawabnya pun akan berada dalam posisi yang serbasalah. Prof. H.M. Rasjidi, Menteri Agama RI yang pertama, pernah mencoba menjelaskan...

Di bawah ini adalah teks Khutbah Idul Adha 1439 H yang saya sampaikan di Perumahan Pondok Sukmajaya Permai, Depok, 22 Agustus 2018. Untuk mengunduh dalam format .PDF secara lengkap, silakan klik di sini.     Belajar dari Nabi Ibrahim: Ketika Tiba Saatnya Memberikan Pengorbanan Terbaik   Akmal Sjafril     Ma’asyiral mu’miniina rahimakumullaah. Dalam sejarah kehidupan Rasulullah saw, tercatatlah sebuah perang besar yang mungkin...

Jalan dakwah itu penuh duri tajam dan jerat tak terlihat. Banyak manusia berpaling darinya lantaran tak kuat menanggung perih, atau terjebak dalam kubangan dan tak sanggup bangkit kembali. Oleh karena itu, takkan kau jumpai kebanyakan manusia di sana. Inilah jalan sepi yang hanya akan ditempuh oleh jiwa-jiwa yang mampu menemukan kebahagiaan dalam kesendiriannya bersama Allah....