Akmal Sjafril | malakmalakmal
1
archive,paged,author,author-siakmalakmal,author-1,paged-9,author-paged-9,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,qode_popup_menu_push_text_top,qode-content-sidebar-responsive,columns-4,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-12.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.2,vc_responsive

Author: malakmalakmal

assalaamu’alaikum wr. wb. Sebagai pelajar dan mahasiswa S1 dahulu, saya selalu punya pandangan negatif terhadap filsafat. Dalam pandangan saya, para filsuf adalah orang yang suka berasyik-masyuk dengan pikirannya sendiri, cuma duduk dan berpikir, kadang berdiskusi, tapi hasilnya tidak jelas. Mereka tidak membuat terobosan baru, bahkan banyak orang belajar filsafat akhirnya bertindak seperti orang bodoh. Sekarang, pandangan saya...

assalaamu’alaikum wr. wb. Ini sekedar catatan dari sebuah perjalanan ke Bandung. Perjalanan ini termasuk rutin, karena hampir setiap pekan saya memiliki agenda di Bandung. Seperti biasanya pula, saya naik Travel yang berangkat dari Kota Hujan pagi-pagi, agar tiba di Kota Kembang sekitar waktu Zhuhur. Belum lama ini saya mewajibkan kepada diri sendiri agar dalam setiap perjalanan selalu...

assalaamu’alaikum wr. wb. Dalam sebuah lingkar pengajian yang saya pimpin, tibalah kami pada sejumlah ayat dalam Surah Al-Baqarah yang sangat menarik perhatian. Ayat-ayat itu kemudian menjadi bahan diskusi kami sepanjang sore. Ayat-ayat yang menjadi bahasan terletak di sekitar pertengahan surah, diawali dengan kisah pertentangan klasik antara orang-orang Yahudi dan Nasrani. Pada ayat ke-113, Al-Qur’an menjelaskan bagaimana kaum...

  Kata para penyandang gelar Ph.D. (Profesor Harakah dan Dakwah), anak muda itu setidaknya punya tiga ciri, yaitu: (1) banyak inisiatif, (2) cepat belajar, (3) gesit bergerak. Karena tiga hal tersebut, maka sudah semestinya para pemuda senantiasa sibuk dalam hari-harinya. Bahkan jika tak ada kesibukan, mereka seharusnya sanggup menemukan kesibukan yang produktif. Saya tidak paham mengapa sekarang...

assalaamu’alaikum wr. wb. “Mana yang lebih penting, tarbiyah atau kembali ke Qur’an dan Sunnah?” Pertanyaan ini membuat pikiran saya agak sibuk selama beberapa waktu. Di satu sisi, ada kelompok yang kesibukannya senantiasa berorientasi pada tarbiyah, mengikuti ungkapan termasyhur dari Syaikh Musthafa Masyhur, “Tarbiyah bukan segala-galanya, namun segalanya bermula dari tarbiyah.” Di sisi lain, ada juga retorika lain...

assalaamu’alaikum wr. wb. Dalam suatu perjalanan di kereta dari Bogor menuju Jakarta, saya mendengar sebuah perbincangan yang cukup menarik. Saya rasa bukan saya saja yang mendengarkan, sebab obrolan berlangsung sangat seru dan suaranya cukup keras. Bahkan saya waktu itu sebenarnya tengah berkonsentrasi dengan Twitter, tapi akhirnya ikut menyimak juga. Yang disebut ‘perbincangan’ ini sebenarnya nyaris sebuah monolog....

assalaamu’alaikum wr. wb. Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai kajian akademik seputar wacana ‘Islam Nusantara’. Pertama, kajian semacam itu tidak mudah dilakukan, sebab wacana ‘Islam Nusantara’ sendiri belum bisa dikatakan akademik. Kedua, kajian awal yang lebih ilmiah sudah saya buat dan dipresentasikan dalam Diskusi Dwipekanan INSISTS, 13 Juni 2015 yang lalu. Di sini, saya hanya akan mengulas...

assalaamu’alaikum wr. wb. Setelah SR, dosen IAIN Sunan Ampel, Surabaya, menginjak lafazh nama Allah di tahun 2006, kini MK, dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Padang, menuai sensasi setelah menginjak Al-Qur’an di hadapan para mahasiswanya. Sebelum menginjak lafazh Allah, konon SR berseru: “Sebagai budaya, posisi Al-Qur’an tidak berbeda dengan rumput!” Adapun MK menjelaskan setelah kejadian, “Sebenarnya...