Akmal Sjafril | Goresan
2
archive,paged,category,category-goresan,category-2,paged-2,category-paged-2,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,qode_popup_menu_push_text_top,qode-content-sidebar-responsive,columns-4,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-13.4,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive

Goresan

assalaamu’alaikum wr. wb. Sehari sebelum kebanyakan umat Muslim Indonesia merayakan Idul Adha, Luthfi Assyaukanie menciptakan kehebohan melalui akun Facebook-nya. Status yang ditulisnya hari itu menyebar di berbagai media. Bagi yang belum mengenal Luthfi, saya menulis sedikit perihal dirinya dalam tulisan saya sebelumnya, “Apa Kabar Islam Liberal?”, yaitu seputar profil dirinya di medsos dan juga aktivitasnya menggawangi...

Salam satu jari dapat dengan mudah dimengerti oleh umat Muslim sebagai pesan tauhid. Satu jari yang kita acungkan adalah satu jari yang sama yang kita gunakan dalam shalat ketika mengulang persaksian kita terhadap Allah sebagai satu-satunya Ilah, dan Nabi Muhammad saw sebagai utusan-Nya. Hanya dengan satu jari saja, engkau bisa menunjukkan siapa jati dirimu yang...

assalaamu'alaikum wr. wb. Masih ada yang menganggap bahwa Islam dan nasionalisme tak dapat bersatu. Menurut saya, bukan konsep nasionalisme itu yang asing bagi umat Muslim, melainkan sikap mempertanyakan nasionalisme itulah yang terlalu janggal. Memangnya, masih ada yang perlu dibuktikan? Sejak Republik Indonesia berdiri, mayoritas rakyat Indonesia telah memeluk agama Islam. Mereka telah berjuang untuk bangsa ini dengan...

Mereka yang beriman kepada Al-Qur'an dapat menjadi umat terbaik di muka bumi, jika mereka mau. Syaratnya susah-susah gampang, yaitu: (1) menyuruh kepada yang ma'ruf, (2) mencegah kemunkaran, dan (3) beriman kepada Allah. Syarat pertama dan kedua mengisyaratkan pentingnya angkat bicara pada saat yang tepat. Kalau tak berani bicara, bagaimana mau melakukan amar ma'ruf nahi munkar?...

  assalaamu’alaikum wr. wb. Ramainya dialog di dunia maya memang kadang mengaburkan apa yang sudah pasti, membuat orang ragu tentang hal-hal yang sebelumnya telah ia yakini. Akibatnya, sesekali kita perlu juga menjelaskan beberapa hal yang sebenarnya sudah cukup jelas. Singkatnya, gara-gara medsos merajalela, semua ini menjadi penting untuk dibicarakan dengan gamblang! Media sosial memang menawarkan satu hal yang...

assalaamu’alaikum wr. wb. Setelah mengemuka pada tahun 2015 silam, wacana Islam Nusantara kembali terdengar gaungnya pada tahun 2018 ini. Sebagaimana realita yang terjadi dahulu, kini pun wacana Islam Nusantara menemukan banyak penolakan, bahkan lebih keras daripada yang sebelumnya. Kebetulan atau tidak, gaung wacana ini didahului oleh pembacaan tilawah Al-Qur’an dengan langgam Jawa di Istana Merdeka, Jakarta, pada...

assalaamu’alaikum wr. wb. Betapa pun seisi dunia tahu bahwa mayoritas rakyat Indonesia beragama Islam, namun masih banyak yang kebingungan mendudukkan keislaman dan ke-Indonesia-an; adakah keduanya sejalan, bertentangan, atau tak berhubungan sama sekali? Sebagian umat Muslim sendiri dilanda kebingungan, sebab begitu banyak yang menyuruh mereka ‘netral’. Bangsa ini terdiri dari penganut berbagai agama, dan karenanya, umat Islam...

assalaamu’alaikum wr. wb. Ini pertanyaan yang banyak dialamatkan kepada saya, terutama karena aktivitas saya di komunitas #IndonesiaTanpaJIL (ITJ). Pandangan ITJ terhadap Jaringan Islam Liberal (JIL) dan pemikirannya sudah jelas, namun berbagai macam kegaduhan yang terjadi di tanah air beberapa tahun belakangan ini membuat nama JIL tenggelam, sehingga orang mempertanyakan eksistensinya. Tokoh-tokohnya sendiri tidak lenyap ditelan bumi,...

assalaamu'alaikum wr. wb. Jum'at, 20 April 2018, sedianya saya akan menjadi narasumber dalam sebuah kajian menarik di FISIP UI. Kajian Seru Tentu Berisi (Kasturi) adalah sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Studi Islam, dan tema yang diusungnya kali ini sangat seru, yaitu "Feminisme ala Islam: Ilusi Atau Nyata?". Selain saya, kajian ini juga menghadirkan dua orang...

  Ada perbedaan yang fundamental antara pengamat dan pelaku. Pengamat yang berdiri di pinggiran atau di tribun penonton bisa saja secara akurat menunjukkan apa-apa saja yang salah, namun yang bisa memperbaiki kesalahan dan membalikkan keadaan adalah orang yang sama yang melakukan kesalahan itu, yaitu mereka yang benar-benar berjibaku di lapangan. Pengamat bisa mengatakan "Harusnya begini dan...