Akmal Sjafril | Kamu Orang Baik
1230
post-template-default,single,single-post,postid-1230,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,qode_popup_menu_push_text_top,qode-content-sidebar-responsive,columns-4,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-13.4,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive

Kamu Orang Baik

Kamu Orang Baik

19

Menyerah pada godaan memang berbahaya, namun yang lebih berbahaya lagi adalah berputus asa atas diri sendiri. Setiap orang pernah lalai dan lupa, namun tidak jarang banyaknya kesalahan membuat manusia berpikir bahwa dirinya tidak akan mampu menjadi orang baik. Pada akhirnya, ia serahkan jiwanya pada kegelapan, dan hidup di sudut terkelam dalam ruang imajinasinya sendiri.

Tapi cobalah berpikir sebaliknya. Jiwa nan suci memang mencintai kebaikan. Karena itu, setelah melakukan kezhaliman, engkau sendirilah yang tersakiti. Penyesalan itu muncul karena hati nurani terus-menerus mengingatkan manusia bahwa yang mencintai keburukan itu bukanlah pribadimu yang sejati. Engkau merasakan sakit dan sesal setelah tiap kejahatan yang engkau lakukan; itu tidak lain karena hatimu menolak kejahatan yang mengingkari watak aslimu. Hatimu mencintai kebaikan, karena Allah telah menanamkan kebaikan itu dalam dirimu.

Jika engkau merasa tak ada yang menginginkan kehadiranmu, ingatlah bahwa tak ada yang terlahir di dunia ini kalau bukan karena Allah menghendakinya. Jika engkau merasa tak ada yang merindukanmu, ingatlah kepada Dzat yang menciptakan hati yang tak lelah-lelah mengingatkanmu akan jati dirimu yang asli, agar engkau tak tersesat dalam perjalanan pulangmu kepada-Nya. Terimalah kenyataan bahwa engkau memang cenderung pada kebaikan. Tak usahlah berupaya menjadi orang jahat, karena hal itu hanya akan menyakiti hatimu yang baik.

No Comments

Post A Comment