Akmal Sjafril | Kita Lagi, Kita Lagi. Emang Iya.
1228
post-template-default,single,single-post,postid-1228,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,qode_popup_menu_push_text_top,qode-content-sidebar-responsive,columns-4,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-13.4,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive

Kita Lagi, Kita Lagi. Emang Iya.

Kita Lagi, Kita Lagi. Emang Iya.

18

Jalan dakwah itu penuh duri tajam dan jerat tak terlihat. Banyak manusia berpaling darinya lantaran tak kuat menanggung perih, atau terjebak dalam kubangan dan tak sanggup bangkit kembali. Oleh karena itu, takkan kau jumpai kebanyakan manusia di sana. Inilah jalan sepi yang hanya akan ditempuh oleh jiwa-jiwa yang mampu menemukan kebahagiaan dalam kesendiriannya bersama Allah. Ia sendiri, namun tak pernah benar-benar sendiri. Engkau jumpai ia di tengah keramaian, namun sesungguhnya ia berdiri tegar sendirian.

Jika engkau memang sekokoh karang, maka jalan dakwah akan mengirimkan berjuta gelombang untuk menggempurmu tanpa ampun. Jalan ini selalu punya cara untuk mengujimu, baik dengan apa yang engkau cintai maupun yang engkau benci. Tak sepatah kata pun yang engkau ucapkan memiliki arti, kecuali jika engkau mampu membuktikannya di sini.

Takkan kau jumpai kebanyakan manusia di jalan ini. Jika engkau merasa bahwa yang berjuang adalah orang yang itu-itu saja, mungkin perasaanmu tidaklah keliru. Kehormatan ini memang bukan untuk semua orang.

2 Comments
  • siti
    Posted at 07:58h, 27 August Reply

    terinsipirasi dengan tulisan ini tentang dakwah….masya Allah luar biasa

    • malakmalakmal
      Posted at 21:13h, 17 September Reply

      Semoga kita semua diberi kehormatan utk terus berada di jalan dakwah 🙂

Post A Comment