Akmal Sjafril | #IndonesiaTanpaJIL
48
archive,tag,tag-indonesiatanpajil,tag-48,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,qode_popup_menu_push_text_top,qode-content-sidebar-responsive,columns-4,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-13.4,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.5,vc_responsive

#IndonesiaTanpaJIL Tag

Ahad, 2 September 2018, saya akan mampir ke Masjid Baitussalam, The Green BSD, dalam acara Kajian Senang Mengaji Setelah (SMS) Dhuha bersama Keluarga Remaja Islam BSD (KARIB). Tema kajian ini adalah "Kekasih Allah yang Tunduk Tanpa Syarat, Taat Tanpa Jeda", yaitu seputar keteladanan Nabi Ibrahim as.      Senin, 3 September 2018, ba'da Maghrib, saya akan melanjutkan kajian...

assalaamu’alaikum wr. wb. Ini pertanyaan yang banyak dialamatkan kepada saya, terutama karena aktivitas saya di komunitas #IndonesiaTanpaJIL (ITJ). Pandangan ITJ terhadap Jaringan Islam Liberal (JIL) dan pemikirannya sudah jelas, namun berbagai macam kegaduhan yang terjadi di tanah air beberapa tahun belakangan ini membuat nama JIL tenggelam, sehingga orang mempertanyakan eksistensinya. Tokoh-tokohnya sendiri tidak lenyap ditelan bumi,...

Jum'at malam, 6 April 2018, saya dijadwalkan mampir ke acara mabit di Masjid Salman ITB yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Gerakan Subuh Berjama'ah Nasional (GSJN) yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Islam (Gamais) ITB ini. Kali ini, saya akan mendiskusikan tema "Feminisme: Dari Sekularisme ke #Normalphobia". Pagi harinya, akan hadir juga Dr. Dewi Kania yang...

Setelah menggelar kegiatan di Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Jogja dan Malang, perhelatan akbar #ITJRoadshow akan ditutup di Kota Padang. Tidak tanggung-tanggung, #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) Chapter Padang menggelar empat kegiatan sekaligus! Pada hari Sabtu (03/02), saya akan memberikan ceramah subuh tentang kesesatan Islam liberal, dan dilanjutkan kemudian dengan Workshop 1 yang dikhususkan untuk pengurus dan anggota ITJ...

Komunitas Ngaji on the Cafee (Ngofee) kembali menggelar Meetup Teman Ngofee, yang kali ini diselenggarakan di Waroenk Upnormal Tebet pada hari Senin, 1 Januari 2018. Kegiatan di awal tahun ini terbuka untuk umum, namun harus diawali dengan registrasi, dan pendaftaran ditutup pada tanggal 30 Desember 2017. Sebelum kehabisan tempat, ayo cepetan daftar!  :)   Pasca putusan MK,...

Untuk mempermudah para pembaca melihat agenda saya, insya Allah ke depannya setiap kegiatan saya akan dikumpulkan dalam satu halaman setiap ini per bulannya. Silakan dicermati, dan jangan lupa mampir, ya!  :)     #IndonesiaTanpaJIL Chapter Jogja memiliki acara spesial di akhir tahun. Kali ini, sebagai bagian dari rangkaian #ITJRoadshow, ITJ Jogja menggelar kajian spesial bertemakan "Melawan Perang Pemikiran di Akhir...

Buku Evolusi Kristen adalah sebuah karya tentang evolusi kristen dari masa ke masa, yang juga membahas figur-figur penting namun kontroversial dalam Kristen. Buku ini membahas pula tentang masuknya pengaruh mitologi dan paganisme dalam Kristen dan perubahan peribadatan Kristen dari bentuk awalnya yang bercorak Yudaisme. #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) Chapter Jogja sedianya akan membedah buku ini langsung bersama penulisnya, Muhammad...

Kebangkitan pemuda adalah kebangkitan peradaban. Jelang Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017, Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA) menggelar sebuah perhelatan spektakuler. Kegiatan yang akan digelar pada hari Jum'at, 27 Oktober 2017, ba'da Maghrib hingga selesai ini sedianya akan menghadirkan sejumlah tokoh MIUMI sekaligus. Yang dijadwalkan hadir adalah Ustadz Adnin Armas, Ustadz...

ITJ Roadshow baru saja dimulai pada tanggal 30 September yang lalu dengan acara nobar dan diskusi film Toedjoeh Kata bersama #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) Chapter Jakarta. Bulan ini, giliran ITJ Chapter Depok yang akan menggebrak dengan acara nobar film Alif-Lam-Mim yang sejak dirilis masih menjadi buah bibir hingga sekarang. Meski tidak lama beredar di bioskop, nyatanya film...

Buku Buya Hamka: Antara Kelurusan 'Aqidah dan Pluralisme kini diterbitkan kembali dengan gambar sampul yang baru dan segar. Buku ini mengulas tentang tiga kasus yang mengaitkan nama besar Buya Hamka dengan pemikiran pluralisme agama yang telah dinyatakan sesat oleh para ulama. Tidak hanya menjawab syubhat dari ketiga kasus tersebut, buku ini juga dianggap telah sukses 'menutup pintu'...