Dokumentasi #1702
572
post-template-default,single,single-post,postid-572,single-format-standard,theme-bridge,bridge-core-2.4.4,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,qode_grid_1300,qode_popup_menu_push_text_top,qode-content-sidebar-responsive,columns-4,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-22.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,disabled_footer_bottom,wpb-js-composer js-comp-ver-6.4.0,vc_responsive

Dokumentasi #1702

Dokumentasi #1702

assalaamu’alaikum wr. wb.

Pada akhir Januari 2017, saya berkesempatan untuk menunaikan ibadah umrah untuk pertama kalinya, dan baru pulang ke tanah air pada tanggal 6 Februari. Karena itu, bulan Februari 2017 jelas memiliki tempat tersendiri dalam kenangan hidup. Ada begitu banyak hal yang bisa saya ceritakan, entah harus memulai dari mana. Rasanya cukup banyak bahan untuk membuat sebuah buku kecil. Hey, there’s an idea!  🙂

Saya berangkat umrah bersama rombongan Sirah Community Indonesia (SCI), sebuah organisasi yang berkhidmat pada penggalian ilmu yang bersumber dari sejarah. Saya beruntung bisa menunaikan ibadah bersama ust. Asep Sobari, pendiri SCI sendiri, dan banyak menghabiskan waktu untuk berdiskusi dengannya selama di Tanah Suci.

 

Di Masjid Nabawi bersama ust. Asep Sobari.

 

Pengalaman di Tanah Haram untuk yang pertama kalinya tentulah sangat membekas, apalagi bagi mereka yang telah begitu lama merindukan untuk bertandang ke sana. Alhamdulillaah, Allah ijinkan saya untuk mendapatkan kesempatan untuk beribadah di Raudhah, dan juga mencium Hajar Aswad. Semoga Allah ijinkan saya untuk kembali ke Tanah Suci, terutama untuk menunaikan kewajiban seorang Muslim, yaitu melaksanakan ibadah Haji. Saya pun berdoa semoga sahabat sekalian juga mendapatkan undangan Allah SWT ke Baitullah, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin

 

Di Masjidil Haram bersama Adi Zulfikar, selepas thawaf, masih dengan mata bengkak karena kebanyakan menangis :D

Di Masjidil Haram bersama Adi Zulfikar, selepas thawaf, masih dengan mata bengkak karena kebanyakan menangis 😀

 

Hanya beristirahat dua hari setelah pulang dari umrah, sudah menanti agenda berikutnya di Padang. Saya mendapat kehormatan untuk menerima undangan pernikahan putri beliau. Kesempatan berharga itu saya manfaatkan untuk meminta waktu khusus berdiskusi dengan beliau bersama beberapa rekan sehubungan dengan rencana pendirian cabang Sekolah Pemikiran Islam (SPI) di Kota Padang. Sekarang, kepengurusan SPI di Padang telah terbentuk dengan nama SPI Buya Hamka. Tunggu gebrakannya!  🙂

 

Berdiskusi di kediaman Walikota Padang, Buya Mahyeldi Ansharullah.

Berdiskusi di kediaman Walikota Padang, Buya Mahyeldi Ansharullah.

 

Menghadiri pernikahan Shofia Shabrina, putri Buya Mahyeldi, Walikota Padang.

Menghadiri pernikahan Shofia Shabrina, putri Buya Mahyeldi.

 

Padang, are you ready? :)

Padang, are you ready? 

 

Di pertengahan bulan, saya diminta ke Bandung untuk mengisi kajian Majelis Inspirasi. Kajian yang sudah berlangsung rutin di Hotel Malaka ini sudah memiliki audiens tetap yang memiliki bermacam-macam latar belakang. Kali ini saya diminta membahas tema The Golden Age of Islam, dimoderatori oleh Daan Aria, pentolannya Padhyangan Project, yang selain masih terus aktif berkesenian juga kini sibuk mendukung kegiatan-kegiatan dakwah. Kajian ini juga semacam ‘perkenalan’ untuk kajian rutin bulanan saya di Hotel Malaka. Insya Allah saya akan hadir pada setiap Selasa terakhir (ke-4 atau ke-5) di setiap bulannya. Yang di Bandung, kapan-kapan mampir, ya!  🙂

 

Di Majelis Inspirasi bersama Kang Daan Aria.

Di Majelis Inspirasi bersama Kang Daan Aria.

 

Animo masyarakat terhadap wacana ‘Muslim Cyber Army’ memang luar biasa besar. Melihat pengalaman yang sudah-sudah, bisa dibilang sekarang umat sudah sangat mengerti akan pentingnya memenangkan ‘peperangan’ di dunia maya. Untuk kesekian kalinya, saya diminta membahas masalah ini, kali ini di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Cileunyi, Bandung. Maasyaa Allaah, saya menemukan para pemuda yang begitu antusias untuk membela agamanya dengan segenap akun media sosial yang dimilikinya, bahkan ada seorang bapak yang usianya sudah di atas 70 tahun namun masih bersemangat mengikuti kajian, bahkan sudah dikenal oleh rekan-rekannya sebagai mujahid di Facebook!

 

Membahas wacana 'Muslim Cyber Army' di Cileunyi, Bandung.

Membahas wacana ‘Muslim Cyber Army’ di Cileunyi, Bandung.

 

Menjelang akhir perkuliahan semester kedua, peserta SPI Fatahillah, Jakarta, angkatan ke-5, menerima materi Pluralisme Agama. Seperti yang sudah-sudah, bahasan ini diamanahkan kepada saya. Bahasan yang satu ini memang selalu menarik untuk diulas, karena memang banyak yang bicara tentang pluralisme di Indonesia, namun jarang yang membangun konstruksi pemikirannya dengan baik. Hal ini sangat berbeda dengan di Barat; di sana, kalangan pluralis membangun teorinya dengan lebih komprehensif, dan menuangkannya ke dalam sebuah buku.

Nah, untuk kamu-kamu yang ingin bergabung dengan SPI Fatahillah (Jakarta) dan SPI Moh. Natsir (Bandung), masih ada kesempatan. Karena ada sedikit kendala teknis, maka batas waktu pendaftaran diperpanjang hingga 3 dan 14 Maret 2017. Untuk info persyaratannya bisa disimak di sini dan di sini, atau bisa juga dipantau di fanpage SPI. Jangan tunggu kehabisan tempat, ya!

 

Bersama SPI Fatahillah, Jakarta.

Bersama SPI Fatahillah, Jakarta.

 

Masih ada waktu sampai 3 Maret 2017!

Pendaftaran SPI Fatahillah, Jakarta, diundur sampai 3 Maret 2017.

 

Pendaftaran SPI Moh. Natsir diundur sampai 14 Maret 2017.

Pendaftaran SPI Moh. Natsir diundur sampai 14 Maret 2017.

 

Untuk kesekian kalinya menerima undangan dari Ashabul Kahfi AQL. Jika biasanya saya diminta membahas topik Ghazwul Fikri, maka kali ini mengulas seputar adab dan fenomena hilangnya adab (the loss of adab). Alhamdulillaah, peserta sangat bersemangat menyimak bahasan yang memang teramat penting ini. Selepas acara, saya mendapat hadiah yang tak disangka-sangka, yaitu kue yang bagian atasnya berupa lapisan coklat bergambar sampul depan buku saya, Islam Liberal: Ideologi Delusional. Hadiah yang sangat unik!

 

Kue spesial dari Ahsabul Kahfi AQL.

Kue spesial dari Ahsabul Kahfi AQL.

 

Kali ini YISC Al-Azhar menghubungi saya dan meminta kajian dengan tema ‘tak biasa’, yaitu tentang gerakan Teosofi. Walaupun jarang menerima permintaan membahas gerakan yang satu ini, namun dalam kajian seputar pluralisme agama, Teosofi memang sering diulas. Saya pun sempat melakukan penelitian kecil-kecilan tentang pemikiran Teosofi ketika menulis tesis saya dulu. Alhamdulillaah, ilmu tersebut kini bisa dibagi kepada banyak orang.

 

Kajian seputar gerakan Teosofi bersama rekan-rekan YISC Al-Azhar.

Kajian seputar gerakan Teosofi bersama rekan-rekan YISC Al-Azhar.

 

Februari adalah bulan yang paling pendek. Tapi kali ini, begitu banyak hal yang dilalui, sementara waktu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin menikmati keteduhan Masjid Nabawi dan menjelajahi Masjidil Haram sendirian. Tak terasa, ia pun berakhir.

wassalaamu’alaikum wr. wb.

No Comments

Post A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.